Nasehat Para Ulama Tentang Penguasa


Fudhail bin ‘Iyyadh berkata: “Kalaulah sekiranya aku diberi do’a yang terkabul, maka aku tidak berdo’a kecuali untuk kebaikan penguasa.” Lalu ada yang bertanya kepada Fudhail: “Jelaskan kepada kami hal ini?” Berkata Fudhail:

“Jika aku peruntukkan bagi diriku, maka tidak akan melampaui diriku sendiri. Namun jika kuperuntukkan bagi penguasa, maka penguasa akan menjadi baik, maka kebaikannya akan mendatangkan kemaslahatan bagi para hamba dan negara.”

Imam Barbahari berkata: “Jika engkau melihat seseorang mendo’akan kejelekan atas penguasa maka ketahuilah bahwa dia pengikut hawa nafsu, dan jika engkau melihat seseorang mendo’akan kebaikan bagi penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah Ahlus Sunnah Insya Allah.”

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: “Jika penguasa memerintahkan dengan suatu perintah, maka tidak terlepas dari tiga keadaan:

1. Bahwa itu termasuk yang Allah perintahkan, maka wajib bagi kita mematuhinya, karena adanya perintah Allah terhadapnya, dan perintah mereka pula. Maka jika mereka mengatakan: tegakkanlah sholat, maka wajib atas kita menegakkannya karena mematuhi perintah Allah dan mematuhi perintah mereka. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-Nya dan ulil amri diantara kalian.”(QS.An-Nisaa: 59).

2. Mereka memerintahkan dengan sesuatu yang Allah melarangnya, maka dalam keadaan ini kita mengatakan: kami mendengar dan taat kepada Allah dan kami menyelisihi kalian, sebab tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada al-Kholiq, seperti kalau mereka mengatakan: janganlah kalian sholat jama’ah di masjid-masjid, maka kita menjawab: tidak boleh mendengar dan mentaatinya.

3. Mereka memerintahkan dengan sesuatu yang tidak terdapat perintah Allah dan Rasul-Nya, dan tidak terdapat pula larangan dari Allah dan Rasul-Nya: maka kita wajib mendengar dan taat. Kita tidak mentaati mereka karena mereka adalah si-ini dan si-itu, namun karena Allah yang memerintahkan kita untuk taat kepadanya, dan Rasulullah memerintahkan hal itu kepada kita. Dimana beliau bersabda: “Dengar dan taatlah, walaupun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu.” (Hadits ini dari Hudzaifah , dishohihkan Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits As- Shohihah, jilid: 6, no:2739)

Sumber: diringkas dari http://www.ilmoe.com/2953/24-revolusi-pdf.html

Iklan

Tentang .

Menyebarluaskan ilmu agama sesuai dengan pemahaman salafy, semoga menjadi berkah di dunia dan akhirat...
Pos ini dipublikasikan di Nasehat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s