Sebagian Hadits tentang Keutamaan Para Shahabat


Dari Abdullah (bin Mas’ud) zdari Nabi bahwasanya beliau bersabda, “Seandainya aku menjadikan salah seorang dari umat ini menjadi kekasih, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakr (sebagai kekasih).” (Shahih, HR. Muslim no. 2383)

Dari Amru bin Al-‘Ash bahwasanya Rasulullah mengutusnya pada perang Dzatus Salasil. Maka ketika itu aku mendatangi beliau dan bertanya “Siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Rasulullah menjawab “‘Aisyah.” Kemudian aku bertanya lagi, “Kalau dari kalangan laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ayahnya (Abu Bakr).” Aku bertanya lagi,“Kemudian siapa lagi?” Beliau n menjawab, “Umar (bin Al-Khaththab).” Kemudian (setelah itu) disebut beberapa laki-laki. (Shahih, HR. Muslim no. 2384)

Keutamaan ‘Umar bin Al-Khaththab

Dari Ibnu ‘Abbas berkata: “Diletakkan Umar di atas pembaringannya (saat terbunuhnya beliau) maka para shahabat berkumpul mengelilinginya, berdoa dan memuji serta shalat jenazah untuk beliau sedangkan aku berada di antara mereka” Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya: “Tidaklah mengejutkanku kecuali seseorang yang memegang  pundakku dari belakang. Aku menoleh dan ternyata orang tersebut adalah ‘Ali, yang kemudian berdoa memohon rahmat untuk Umar. Ali berkata (kepada jenazah Umar): “Tidak ada seorangpun yang ingin aku gantikan untuk bertemu Allah dengan seperti amalannya, daripada engkau. Demi Allah, aku sungguh mengharap Allah menjadikan engkau bersama kedua shahabat engkau.Karena sesungguhnya aku sering mendengar Rasulullah bersabda: “Aku datang bersama Abu Bakr dan Umar. Aku masuk bersama Abu Bakr dan Umar. Aku keluar bersama Abu Bakr dan Umar.” Maka aku berharap semoga Allah menjadikan engkau bersama keduanya.”  (Shahih, HR. Muslim no. 2389)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri berkata: Rasulullah bersabda: “Ketika aku tidur, aku bermimpi melihat manusia banyak berkumpul dengan memakai gamis. Di antara mereka ada yang memakainya sampai ke dada, dan ada pula yang memakai dibawahnya. Kemudian lewat ‘Umar bin Al-Khaththab dengan memakai gamis sampai menyeret tanah. Para shahabat bertanya: “Apa yang engkau takwilkan dari mimpi ini, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Ad-din (agama).” (Shahih, HR. Muslim no. 2390)

Keutamaan ‘Utsman bin ‘Affan

Sesungguhnya ‘Aisyah berkata: “Suatu saat Rasulullah pernah berbaring miring di rumahku dalam keadaan tersingkap pahanya atau betisnya. Tiba-tiba Abu Bakr meminta izin(untuk sebuah keperluan) kepada beliau dan diizinkannya dengan keadaan beliau seperti itu. Abu Bakr pun menceritakan (keperluannya). Lantas ‘Umar meminta izin kepada beliau dan diizinkan dengan keadaan beliau seperti itu.’Umar pun menceritakan(keperluannya). Kemudian ‘Utsman meminta izin kepada beliau maka Rasulullah pun duduk lantas merapikan pakaiannya. Muhammad (bin Abi Harmalah-yakni rawi) berkata: Aku tidak mengatakan bahwa kejadian ini terjadi pada satu hari. Kemudian ‘Utsman pun masuk dan menceritakan (keperluannya). Setelah ‘Utsman keluar, ‘Aisyah berkata: Abu Bakr masuk dan engkau tidak bergerak dan tidak perduli dengan keadaanmu, kemudian datang ‘Umar engkau juga tidak bergerak dan tidak perduli dengan keadaanmu, namun ketika ‘Utsman masuk engkau segera duduk dan merapikan pakaianmu”. Rasulullah bersabda: “Tidakkah aku malu kepada seseorang yang para malaikat pun malu kepadanya?” (Shahih, HR. Muslim no. 2401)

Keutamaan ‘Ali Bin Abi Thalib

Dari Sahl bin Sa’ad (berkata): Sesungguhnya Rasulullah bersabda pada hari peperangan Khaibar: “Aku akan memberikan bendera perang ini kepada laki-laki yang Allah akan memberikan kemenangan melalui tangannya. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya”. Sahl berkata; maka para shahabat bermalam dan membicarakan masalah ini sembari menerka-nerka siapa di antara mereka yang akan diberikan bendera tersebut. Tatkala pagi, mereka bersegera menghadap kepada Rasulullah dan seluruhnya berharap untuk diberikan bendera tersebut. Rasullah bertanya: “Dimanakah Ali bin Abi Thalib?” Para shahabat menjawab: “Dia sedang sakit mata, ya Rasulullah.” Rasulullah bersabda: “Utuslah (seorang utusan) kepadanya (untuk memanggilnya).” Maka datanglah dia (utusan) bersama Ali. Rasulullah meludahi kedua matanya (Ali) yang sakit lantas mendoakannya. Maka sembuhlah (Ali) hingga seakan-akan tidak pernah sakit. Rasulullah memberikan bendera itu kepadanya. Ali berkata: “Wahai Rasulullah, aku akan memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita.” Rasulullah bersabda: “Berangkatlah dengan hati-hati hingga engkau turun di medan pertempuran mereka. Kemudian serulah mereka agar memeluk Islam dan khabarkan kepada mereka dengan apa yang diwajibkan atas mereka dari hak Allah. Demi Allah, sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui engkau, lebih baik daripada memiliki unta merah.” (Shahih, HR. Muslim no. 2406)

Keutamaan Sa’d bin Abi Waqqash

Dari  Aisyah berkata: ”Suatu malam Rasulullah tidak bisa tidur, maka beliau bersabda: “Aku berharap ada seorang laki-laki shalih dari shahabatku yang akan menjagaku malam ini.” Aisyah berkata: “Dan ketika itu kami mendengar suara senjata (yang dibawa seseorang).” Maka Rasulullah bertanya: “Siapakah ini?” Lalu Sa’d bin Abi Waqqash berkata: “Wahai Rasulullah, aku datang untuk menjaga engkau.” Aisyah berkata: “Maka kemudian Rasulullah pun tidur sampai aku mendengar dengkuran beliau.” (Shahih, HR. Muslim no. 2410)

Keutamaan Az-Zubair bin Al-’Awwam

Dari Jabir bin Abdillah. Rawi berkata aku mendengar Jabir berkata: Aku mendengar Rasulullah menyeru dan memberi semangat kepada para shahabat pada hari peperangan Khandaq. Az-Zubair menyambut seruan tersebut. Lalu Rasulullah menyeru lagi kepada para shahabat. Az-Zubair kembali menyambut seruan tersebut. Lalu Rasulullah lantas menyeru lagi kepada para shahahabat. Maka Rasulullah bersabda: “Setiap Nabi mempunyai Hawari (penolong) dan hawariku adalah Az-Zubair.” (Shahih, HR. Muslim no. 2414)

Keutamaan Ummul Mukminin Khadijah bintu Khuwailid

Aku (rawi) mendengar Abu Hurairah berkata: Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi dan berkata: “Wahai Rasulullah, inilah Khadijah datang kepadamu sembari membawa tempat yang berisi lauk pauk, makanan atau minuman, maka jika dia datang kepadamu sampaikan kepadanya salam dari Rabbnya dan dariku. Kemudian sampaikan berita gembira untuknya tentang sebuah rumah dalam surga yang terbuat dari mutiara (atau emas dan permata) serta tidak ada hiruk pikuk dan kepayahan di dalamnya.” (Shahih HR. Muslim no. 2430)

Wallahu a’lam.

Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah/kajian-utama/36-kajian-utama-edisi-17/1061-sebagian-hadits-tentang-keutamaan-para-shahabat-kajian-utama-edisi-17.html

Iklan

Tentang .

Menyebarluaskan ilmu agama sesuai dengan pemahaman salafy, semoga menjadi berkah di dunia dan akhirat...
Pos ini dipublikasikan di Lainnya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s