Nasehat dan Renungan dalam masalah Kristenisasi


Setelah terjadi gempa di Indonesia, Yayasan-¬yayasan misi kristenisasi masuk untuk mengkristenkan (kaum muslimin yang tertimpa musibah). Dan telah murtad sebagian orang karena butuhnya mereka kepada makanan.

Nasehat dan Renungan dalam masalah Kristenisasi di Aceh pasca gempa dan badai Tsunami

oleh: Ulama Yaman Syaikh Abu Abdirrahman Yahya bin Ali Al Hajuri hafizhohullah

Soal: Setelah terjadi gempa di Indonesia, Yayasan-¬yayasan misi kristenisasi masuk untuk mengkristenkan (kaum muslimin yang tertimpa musibah). Dan telah murtad sebagian orang karena butuhnya mereka kepada makanan. Maka,

1. Apa nasehat Anda dalam masalah ini?

2. Apa nasehat Anda bagi para da’i Salafiy di Indonesia? Jazakumumullahu khairol jaza’. Dan Kami meminta agar Anda mendo’akan kami agar Allah mengokohkan kita diatas Islam.

Jawab;
Ini memang menjadi kesempatan bagi Nashara dan kesempatan bagi para penginjil untuk memurtadkan kaum muslimin. Di negeri kita (Yaman) di kota Jabalah ada beberapa penginjil yang berusaha mengkristenkan kaum muslimin . Mereka bergerak di rumah sakit Jabalah. Mereka sibuk bekerja untuk menashranikan kaum muslimin dengan memberikan bantuan-bantuan kepada yang sakit dengan harta yang memang mereka didanai oleh yayasan yang bekerja untuk itu. Nama yayasan itu beraneka ragam.

Hasilnya, ada sebagian kaum muslimin menjadi nashrani. Mereka tulis surat proposal yang menerangkan keadaan ini kepada yayasan-yayasan mereka untuk mendanai yang kafir menurut mereka- atau untuk meminta suntikan dana segar lagi. Apa lagi dikalangan para wanita dan dikalangan orang awam , pria dan wanita, mereka sibuk bekerja demikian karena memang manusia membutuhkan bantuan. Itu mereka lakukan di tempat-tempat orang miskin (kumuh) seperti di Eriteria.

Orang-orang yang kesusahan dengan kefakiran mereka, dibantu dengan peralihan agama sebagai gantinya. Kadang mereka berikan makanan, minuman, dan pakaian. Dan mereka juga punya yayasan yang tugasnya merusak wanita-wanita yang ada di sekolah-sekolah, khusus, untuk memberikan fitnah bagi para wanita dan melemparkan kerancuan¬-kerancuan berfikir dan syahwat kepada para wanita. Apakah dalam masalah akhlak, pakaian, tabarruj atau yang lainnya. Hingga timbullah banyak kejelekan di sekolah-sekolah Yaman, sebagaimana itu bisa kalian dengar dalam pertanyaan teman-teman kita yang ada di Tihamah yang mana ditempat mereka banyak tersebar bahaya sandiwara yang bersumber dari sekolah-sekolah itu.

(Tugas Ahlus Sunnah)

Tugas Ahlus Sunnah, hendaknya mereka bersungguh-sungguh menjelaskan keadaan mereka para penjahat dan perusak dari kalangan nashrani. Dan menjelaskan tipuan-tipuan dan makar mereka. Dan bersungguh-sungguh menjelaskan bahaya kemurtadan dari Islam. Ingatkan mereka seperti yang didalam firman Allah(artinya):

“Barangsiapa yang murtad dari kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (Al Baqarah: 217)

Siapa yang mati dalam keadaan murtad, gugur amalnya di akhirat. Dan dia termasuk orang yang merugi, seperti dalam firman Allah(yang artinya):
“Siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu darinya, dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi.” (Ali Imran: 85 )

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali-Imran; 102)

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka lakukan. Kamu lihat kebanyakan mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksa.” (Al Maidah: 78-80)

(Katakan kepada mereka -pent) Mengapa kalian mau bergabung dengan ummat yang terkutuk ini dan terancam dengan ancaman yang mengerikan ini?!

Allah berfirman(yang artinya):

“Tidaklah Al Masih bin Maryam melainkan seorang rasul. Yang sebelumnya juga sudah ada para rasul. Ibunya adalah wanita yang sangat benar. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda¬-tanda kekuasaan Kami, kemudian perhatikan bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (Al Ma’idah: 75)

Mayoritas mereka adalah orang yang mengorbankan agama mereka.dengan sedikit dunia, bukan dunia yang luas. Tidak boleh bagi siapapun untuk mengorbankan agamanya dengan hal-hal ini. Dan bila dia mati dalam keadaan murtad, akan rugi di dunianya dan akhiratnya.

“Katakanlah: Sesungguhnya orang-orang yang merugi adalah orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. lngatlah,yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Az Zumar: 15)

Selayaknya disebarkan diantara mereka dalil-¬dalil yang berisikan perintah bertawakkal kepada Allah, dan siapa bertaqwa kepada Allah serta bersandar kepadanya akan diberi rizki oleh Allah dan diberi kelapangan.

“Dan siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah berikan jalan keluar baginya dan memberinya rekzi dari arah yang tidak dia duga. Dan siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan perintahnya.” (Ath Tholaq: 3)

Dan hendaklah mereka dianjurkan untuk menjalani sebab mendapatkan rizki, dan sebab selamat dari fitnah. Dan diantara sebab agar mendapatkan rizki adalah dengan bertaqwa kepada Allah, menjauhi orang-orang Nashara dan keluar dari mereka jika dia berada ditengah-tengah mereka.

“barang siapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati dimuka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian kematian mendatanginya (sebelum sampai ditempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An Nisa’: 100)

Dan hendaknya menganjurkan mereka untuk menuntut ilmu, karena menuntut ilmu yang syar’I menurut Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah termasuk sebab mendapatkan rizki yang baik, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang yang mendanai saudaranya yang saudaranya selalu datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk belajar-pent) tidak membantunya dalam kerja. Maka beliau berkata kepadanya: ” engkau diberi rizki karena dia. ” Yaitu karena sebab menuntut ilmu dan sebab bantuanmu kepadanya, yang dia adalah seorang penuntut ilmu, engkau mendapat rizki.

Jelaskan kepada mereka bahwa kekuasaan itu di tangan Allah. Dia memberikan kepada siapa yang Dia sukai.

“Katakanlah: YaAllah, penguasanya para penguasa, Engkau memberikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau sukai. Dan Engkau mencabut kekuasaan dari siapa yang Engkau sukai. Engkau memuliakan siapa yang Engkau sukai dan menghinakan siapa yang Engkau sukai. Segala kebaikan ada di tangan-Mu. Sesungguhnya Engkau atas segala sesuatu Maha Kuasa.” (Ali Imran; 26)

“Kalau Allah hamparkan rizkinya bagi para hamba¬-Nya, niscaya mereka keterlaluan dimuka bumi, akan tetapi Dia menurunkan menurut kadar yang Dia kehendaki.”(Asy Syura: 27)

“Siapa yang ingin kesenangan dunia, Kami segerakan untuknya di dunia menurut apa yang Kami kehendaki dan siapa yang Kami kehendaki. Kemudian Kami jadikan Jahannam untuknya yang dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terhina. Dan siapa yang ingin akhirat dan berusaha dengan sesungguhnya dan dia beriman, maka mereka itulah yang usahanya akan diberi balasan kebaikan.” (Al Isra’: 18-19)

“Siapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan amal mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang yang tidak akan memperoleh di akhirat; kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang mereka amalkan.” (Hud: 15-16)

Dalam shohih Bukhori dan Muslim dari hadits ‘Amr bin Auf radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan pada kalian. Akan tetapi (yang aku takutkan- pent) apabila dibukakan kepada kalian dunia, sebagaimana yang telah dbukakan kepada ummat sebelum kalian. Kemudian kalian saling berlomba-lomba mengejarnya, sebagaimana dulu mereka berlomba-¬lomba mengejarnya. Maka dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dia telah membinasakan ummat sebelum kalian.”

“Kepada Allahlah kalian bertawakkal jika kalian beriman.” (Al Maidah; 26)

Kaum muslimin wajib bersandar kepada Allah dan bertawakkal kepadanya serta janganlah seseorang rela agamanya ditukar dengan dunia.
Dalam shohih Bukhari dan Muslim dari hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang tiga hal ini ada pada dirinya, maka dia telah merasakan manisnya iman; Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari yang selain keduanya. Dia menyintai seseorang karena Allah. Dan benci kembali kepada kekafiran setelah Allah selamatkan dia sebagaimana dia benci kalau dilempar ke neraka.”

Iman seseorang akan benar jika tiga hal ini ada pada dirinya. Dia akan rasakan manisnya iman dalam hatinya. Dan cinta kepada Allah dan rasul-Nya… Yang sempurna yang tidak ada sesuatupun yang bisa menentangnya. Dia cinta kepada agama Allah yang benar ini dan membenci orang kafir serta pengikut kekufuran. Nabi shallallahu’alaihi wa alaihi wa sallam bersabda:

“Manisnya iman akan dirasakan bila dia rela dengan Allah sebagai sesembahan yang benar, Islam sebagai agama dan dengan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam sebagai rasul.”

Kita saling berwasiat kepada mereka dan semua kaum muslimin untuk bertaqwa kepada Allah pada diri-diri mereka, karena siapa yang mati dalam kekufuran berarti dia menjadi penghuni neraka.

Allah berfirman(yang artinya):

“Dan sungguh telah Kami wahyukan kepadamu dan kepada nabi sebelummu; jika engkau menyekutukan Allah, pasti gugur amalanmu dan pasti engkau menjadi orang yang merugi. Tapi kepada Allah lah engkau beribadah dan jadilah engkau termasuk orang yang bersyukur.” (Az Zumar: 65)

“Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah, Allah haramkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka dan orang-orang yang syirik tidak mendapatkan penolong.” (Al Ma’idah; 72)

“Sesungguhnya Allah tidak mengampunkan dosa orang yang menyekutukanNya, tetapi akan mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An Nisa’: 48)

Dalam ayat lain:

” berarti dia telah membuat kedustaan yang besar.” (An Nisa’: 47)

Orang Nasrani dan Yahudi adalah orang kafir lagi musyrik. Segala agama yang bukan Islam adalah kafir kepada Allah. Dan siapa yang Mati diatas kesyirikan, kekal di neraka dan yang kafir kepada Allah kekal di neraka.

“Dan mereka (penghuni neraka-pent) berkata; “Wahai Malik (malaikat penjaga neraka-pent), biarlah rabbmu (Allah) membinasakan Kami.” Dia menjawab: “Kalian akan tetap tinggal di dalam neraka ini.”. Sesungguhnya (dulu-pent) Kami telah benar-benar datang kepada kalian membawa kebenaran, tetapi mayoritas kalian benci kepada kebenaran itu.” (Az Zukhruf: 77)

“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan dan tidak pula diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak didalamnya: “Wahai rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang sholih tidak seperti yang telah kami amalkan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir, dan apakah tidak datang kepada kalian pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” ( Fathir: 36-37)

Dalam shohih bahwa Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam bersabda: “Nanti pada hari kiamat akan didatangkan penghuni dunia yang paling banyak merasakan nikmat -yang dia penghuni neraka-, kemudian dia dicelupkan kedalam neraka sekali celup kemudian Allah berkata kepadanya: hai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kenikmatan walau sedikit?Apakah engkau pernah melihat kenikmatan walau sedikit? Dia menjawab: Tidak, demi Allah. Dan akan didatangkan penghuni dunia yang paling sengsara -tapi penghuni surga-, kemudian dia dicelupkan sekali celup kedalam surga kemudian Allah berkata: hai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan walau sekali? Pernahkah engkau merasakan kesengsaraan walau sedikit. Dia berkata: Tidak pernah, demi Allah. ”

Artinya: Seorang mukmin akan melupakan segala kesulitan dan kesengsaraan yang telah dia rasakan selama dia bertauhid kepada Allah dan diatas Islam yang benar. Bila dia mati, dia akan melupakan itu semua dibandingkan dengan kenikmatan surga. Sedangkan orang kafir, dia akan melupakan segala nikmat yang dia rasakan dengan hanya sekali celup di neraka.

Dalam shohih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata; Sesubngguhnya Nabi shallatlahu ‘alaihi wa atihi wa sallam bersabda:

“Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi orang kafir. ”

Artinya: Seorang mukmin didunia jika dibandingkan dengan kenikmatan yang telah Allah janjikan baginya di akhirat bagai di penjara.

Dalam shohih Muslim dari hadits Shuhaib bin Sinan radhiyallahu anhu:

“Sangat mengagumkan keadaan seorang mukmin. Semua keadaannya baik baginya. Jika dia tertimpa musibah, dia sabar. Dan itu baik baginya. Jika dia tertimpa kesenangan, dia bersyukur. Dan itu baik baginya.”

Itu tidak akan didapatkan melainkan oleh seorang mukmin. Hadits ini memang sangat hebat.

Dalam shohih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa atihi wa sallam bersabda:

“Surga dihijab dengan kesusahan dan neraka dihijab dengan syahwat. ” Dalam shohihain dengan lafaz “dilingkupi “.

Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya kepada kita dan semua kaum muslimin menuju apa yang Dia cintai dan ridhoi.

Salah seorang pendengar berkata: Wahai syaikh, dimana yayasan-yayasan dan jum’iyyah-jum’iyyah yang mengaku membantu kaum muslimin?

Kata syaikh: Para tokoh yayasan yang mengaku membantu kaum muslimin yang tertimpa musibah, mereka berkelit darinya dengan alasan ini dana untuk anak yatim dan banyak keperluan lainnya, hai Abu Bakr. Benar, mereka mempermainkan harta kaum muslimin. Tentu demi Allah, mereka ini sangat butuh bantuan dan pertolongan agar tetap kokoh diatas islam dan agar tidak ada kesempatan bagi orang nashrani untuk meperdaya dan memurtadkan kaum muslimin. Karena dunia. banyak orang tidak mebedakan apa yang dia makan dan minum.

“Diantara manusia ada yang beribadah kepada Allah dengan berada di tepi (tidak dengan keyakinan yang penuh). Jika dia mendapatkan kebaikan, dia tetap dalam keadaan itu, dan bila dia tertimpa oleh suatu bencana, dia segera berpaling kebelakang. Rugilah dia di dunia dan akhirat dan itu adalah kerugian yang nyata.” (Al Hajj; 11)

Demikianlah yang Allah katakan tentang jenis ini. Jenis ini harus dihibur, diteguhkan, Dibantu menurut kemampuan. Bantulah agar mereka tetap berada dalam nikmat yang masih mereka miliki, yaitu nikmat islam dan nikmat lainnya yang Allah berikan padanya. Sebab, nikmat yang paling besar yang dimiliki seorang hamba adalah nikmat Islam. Allah berfirman;

“Pada hari ini tetah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian.” (Al Ma’idah:3)

Nikmat Islam membuat darah terjaga dari penumpahan, kehormatan dari pengrusakan, harta dari perampasan dan segala yang memiliki hak akan terjaga, seperti hak hewan, tumbuhan, binatang melata dan juga untuk anak Adam. Segala yang memiliki hak, haknya akan ditunaikan. Demi Allah. kalaulah orang yahudi dan nashrani serta semua orang kafir tahu kebaikan apa yang ada dalam Islam dan Allah beri taufiq mereka- niscaya mereka tidak akan ragu terhadap Islam. Tapi, bentuk Islam yang datang kepada mereka adalah bentuk yang dibuat menakutkan.

Sebagian mereka Allah inginkan sebagai bahan bakar Jahannam. Ada juga da’I yang berada diantara orang kafir yang menampilkan islam dalam bentuk yang jelek. Orang-orang munafik dan para orientalis, mereka menampilkan Islam dalam bentuk yang jelek. Akibatnya Islam yang datang kepada mereka dalam bentuk yang tidak asli yang Allah datangkan dalam kitab-Nya dan yang dijelaskan oleh rasulullah shallallahu’alaihi wa alihi wa sallam dalam Sunnah.

“Dan sekiranya kalaulah Kami turunkan malaikat kepada mereka ; dan orang-orang yang telah mati berbicara kepada mereka dan Kami kumpulkan pula segala sesuatu kehadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah kehendaki, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (At An’am: 111)

” Hanya orang mendengar saja yang bisa mematuhi (seruan Allah), dan orang yang mati (hatinya), akan Allah bangkitkan mereka kepadaNya, kemudian kepadaNya mereka kembali.” (Al An’am: 36)

“Jika mereka tidak menyambutmu, maka ketahuilah bahwa yang mereka ikuti adalah hawa nafsu mereka. Siapakah yang paling sesat selain orang yang mengikuti hawa nafsu tanpa bimbingan Allah. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki kaum yang zalim.” (Al Qashash; 50)

“Dan sungguh telah Kami sampaikan kepada mereka ucapan Kami, mudah-mudahan mereka mengambil pelajaran.” (Al Qashash: 51)

Segala puji bagi Allah rabbul ‘alamin.

Sumber: http://www.darussalaf.or.id

Iklan

Tentang .

Menyebarluaskan ilmu agama sesuai dengan pemahaman salafy, semoga menjadi berkah di dunia dan akhirat...
Pos ini dipublikasikan di Liberalisme. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s