KHILAFAUR RASYIDIN HANYA EMPAT


Ustadz Qomar Su’aidi Lc

Pertanyaan : Bismillah Ustadz, ada hal yang membuat saya bertanya-tanya. Tentang gelar Khulafaur Rasyidin. Alhamdulillah dalam pelajaran sejak Sekolah Dasar bahwa jumlah mereka ada 4. Dan ini adalah keyakinan Ahlis Sunnah. Hanya saja, hanya saja terusik kenapa terbatas 4. Bukankah pemimpin setelah Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu ‘anhu- juga sahabat? Mohon jawabannya, semoga Allah menghilangkan syubhat di hati saya. Jazakumullahu khairan

Jawaban : Disebut Khulafa’ur Rasyidin dan dengan jumlah 4, karena mereka punya keistimewaan khusus yang lebih dari yang lain. Meskipun yang setelahnya juga shahabat, tapi tidak memiliki keistimewaan seperti yanh mereka miliki. Asy Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- menjelaskan, bahwa mereka yang empat itulah yang disebut sebagai Al Khulafa Ar Rasyidin, yang mendapat hidayah, yang Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam katakan dalam hadits beliau yang artinya :

” Hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa’ur Rasyidin setelahku, gigitlah dengan gigi geraham.” [H.R At Tirmidzi, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani -rahimahullah- dalam Irwaul Ghalil]

Nabi juga bersabda : ” kekhalifahan setelahku adalah 30 tahun” [H.R Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi, Asy Syaikh Al Albani -rahimahullah- mengatakan sanadnya hasan]. Maka akhir dari kekhalifahan adalah Ali -radhiyallahu ‘anhu- demikian dikatakan oleh penulis (Ibnu Qudamah). Seolah-olah beliau -shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan kekhalifahan Al Hasan mengikuti ayahnya atau tidak beliau hitung dikarenakan beliau mengalah dan melepaskannya.
Kekhalifahan Abu Bakar -radhiyallahu ‘anhu- 2 tahun, 3 bulan, dan 9 hari sejak 13 Rabi’ul Awwal 11 hijriyah hingga 22 Jumadil Akhir 13 hijriyah
Kekhalifahan Umar -radhiyallahu ‘anhu- 10 tahun, 6 bulan, 3 hari, Sejak 23 Jumadil Akhir tahun 13 hijriyah hingga 26 Dzul hijjah 23 hijriyah
Kekhalifahan Utsman -radhiyallahu ‘anhu- 12 tahun kurang 12 hari, sejak 1 Muharam tahun 24H hingga 18 Dzulhijjah tahun 35H
Kekhalifahan Ali -radhiyallahu ‘anhu- 4 tahun 9 bulan, sejak bulan Dzulhijjah tahun 35H hingga 19 Ramadhan tahun 40H

Sehingga masa Kekhalifahan mereka berempat adalah 29 tahun dan 6 bulan empat hari.

Lalu Hasan di baiat setelah ayah beliau wafat. Kemudian pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 41H beliau menyerahkan kepemimpinan kepada Mu’awiyah -rahimahullah- dan dengan itu nampaklah kebenaran berita Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau :

الخلافة بعدي ثلاثون سنة ثم تكون ملكا

” Kekhalifahan setelahku adalah 30 tahun, kemudian setelahnya adalah kerajaan”. [H.R Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi]

Oleh karena itu maka Mu’awiyah -radhiyallahu ‘anhu- walaupun shahabat, namun tidak disebut Khulafa’ur Rasyidin atau bahkan tidak disebut sebagai khalifah. Lebih tepat beliau disebut raja. Ibnu Katsir -rahimahullah- menjelaskan bahwa yang sesuai sunnah adalah Mu’awiyah disebut Malik (Raja), tidak disebut khalifah, berdasarkab hadits dari shahabat Safinah -radhiyallahu ‘anhu- bahwa Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الخلا فة بعدي ثلاثون سنة ثم تكون ملكاعضوضا

“Kekhalifahan setelahku 30 tahun kemudian setelahnya adalah kerajaan yang sangat menggigit.”

Namun demikian, Mu’awiyah -radhiyallahu ‘anhu- adalah raja terbaik di muka bumi pada umat ini selamanya. Adz Dzahabi -rahimahullah- menyebutnya Amirul Mukminin Raja Islam (Siyar a’lam Nubala’) Wallahu a’lam

Sumber : Majalah Qudwah Edisi 3 Vol 01 2012

Tentang .

Menyebarluaskan ilmu agama sesuai dengan pemahaman salafy, semoga menjadi berkah di dunia dan akhirat...
Pos ini dipublikasikan di Lainnya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s